Menggenggam Dunia – (19) GENIUS

Keunggulan poin untuk Arif pada sesi pertama dengan poin lima ratus, disusul oleh Rahmat dan Aldita dengan empat ratus poin. Hanya selisih ...

Menggenggam Dunia – (18) Tak Ada Kata Mustahil

Pengumuman tinggal beberapa saat lagi, beberapa pesertapun mulai merasa ketegangan atas hasil yang mereka capai. Semua peserta, para penda...

Menggenggam Dunia – (17) Pertempuran Dimulai

“Kepada seluruh peserta Lomba Murid Teladan Sekolah Dasar Tingkat Kota diharapkan berkumpul di ruang perlombaan, dan kepada para pendampin...

Menggenggam Dunia – (16) Harapan

Waktu terus berjalan bagaikan air yang mengalir. Banyak liku dan banyak tebing yang harus dilalui. Kenangan pahit bersama Ratih, perlahan ...

Menggenggam Dunia – (15) Cinta yang tak terbalas

Pikiranku menjadi penuh tebakan, ia akan menerimaku atau menolakku. Ratih menangis di hadapanku. Aku tak tahan melihatnya menangis, seakan ...

Menggenggam Dunia – (14) Maukah menikah denganku?

Hari demi hari kondisi Rahmat membaik dan suhu tubuhnya menurun. Kondisi Rahmat yang demikian berpeluang untuk mengikuti lomba siswa telad...

Menggenggam Dunia – (13) Jatuh Cinta

“Mamet. Mamet.” panggil teman-teman Rahmat untuk mengajaknya berangkat sekolah bersama. Kondisi Rahmat masih belum memungkinkan untuk beran...

Menggenggam Dunia – (12) Wanita Berjilbab

Keesokan harinya, aku bersama dengan Rahmat berjalan mengelilingi pasar untuk mencari bahan kebutuhan sehari-hari dan sebuah kado untuk Rat...

Menggenggam Dunia – (11) Jatuh Hati

Ketika tiba di depan rumah, aku melihat Rahmat dengan berseragam olahraga dan menggunakan tas punggungnya, sedang bermain bola menggunakan...

Menggenggam Dunia – (10) Pengalaman Berharga

Pagi ini aku masih merasakan kantuk, tak seperti hari biasanya. Mungkin karena aku tidur hingga larut malam, karena kurang tidur dapat men...

Menggenggam Dunia – (9) Semangat Rahmat

Sore yang melelahkan. Perjalanan jauh kutempuh hari ini. Setelah mencari di beberapa tempat, akhirnya kutemukan sebuah bola yang bagus dan ...

Menggenggam Dunia – (8) Pujian Untuk Rahmat

Setelah ashar , aku mengantarkan Rahmat menuju tempat pengajian, yang berada di dekat lapangan sepak bola. Ia mengenakan baju muslim berwa...

Popular Posts

LABEL

index