Menggenggam Dunia – (19) GENIUS
Keunggulan poin untuk Arif pada sesi pertama dengan poin lima ratus, disusul oleh Rahmat dan Aldita dengan empat ratus poin. Hanya selisih ...
blog penuh inspirasi
Keunggulan poin untuk Arif pada sesi pertama dengan poin lima ratus, disusul oleh Rahmat dan Aldita dengan empat ratus poin. Hanya selisih ...
Pengumuman tinggal beberapa saat lagi, beberapa pesertapun mulai merasa ketegangan atas hasil yang mereka capai. Semua peserta, para penda...
“Kepada seluruh peserta Lomba Murid Teladan Sekolah Dasar Tingkat Kota diharapkan berkumpul di ruang perlombaan, dan kepada para pendampin...
Waktu terus berjalan bagaikan air yang mengalir. Banyak liku dan banyak tebing yang harus dilalui. Kenangan pahit bersama Ratih, perlahan ...
Pikiranku menjadi penuh tebakan, ia akan menerimaku atau menolakku. Ratih menangis di hadapanku. Aku tak tahan melihatnya menangis, seakan ...
Hari demi hari kondisi Rahmat membaik dan suhu tubuhnya menurun. Kondisi Rahmat yang demikian berpeluang untuk mengikuti lomba siswa telad...
“Mamet. Mamet.” panggil teman-teman Rahmat untuk mengajaknya berangkat sekolah bersama. Kondisi Rahmat masih belum memungkinkan untuk beran...
Keesokan harinya, aku bersama dengan Rahmat berjalan mengelilingi pasar untuk mencari bahan kebutuhan sehari-hari dan sebuah kado untuk Rat...
Ketika tiba di depan rumah, aku melihat Rahmat dengan berseragam olahraga dan menggunakan tas punggungnya, sedang bermain bola menggunakan...
Pagi ini aku masih merasakan kantuk, tak seperti hari biasanya. Mungkin karena aku tidur hingga larut malam, karena kurang tidur dapat men...
Sore yang melelahkan. Perjalanan jauh kutempuh hari ini. Setelah mencari di beberapa tempat, akhirnya kutemukan sebuah bola yang bagus dan ...
Setelah ashar , aku mengantarkan Rahmat menuju tempat pengajian, yang berada di dekat lapangan sepak bola. Ia mengenakan baju muslim berwa...