SATU JAM PAGI DAN SORE UNTUK MERAIH ASA MENJADI SARJANA
http://catatandiahilang.blogspot.com/2013/05/satu-jam-pagi-dan-sore-untuk-meraih-asa.html
![]() | |||||||
| Lisman ditemani Muhajir sedang memanen cabai yang ditanam disekiling Dayah |
Salam Sahabat-sahabat anak dagang (santri), kali ini saya akan ceritakan perjalanan hidup seorang pemuda yang ingin meraih asa masa depan menjadi orang sukses. Sukses yang coba ingin diraih dengan hidup mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemberian orang tua. Yok kita simak sama-sama dan semoga bisa manambah semangat kita untuk terus melangkah…!!!!
Yulisman itulah nama yang diberikan oleh orang tuanya lahir 20-an tahun yang lalu di Desa Jumpa Kab. Aceh Barat Daya, sejak kecil lisman telah diajarkan oleh orang tuanya untuk dapat berusaha dulu jika menginginkan sesuatu, maka tidak heran jika semenjak kecil lisman terbiasa dengan bekerja baik memetik buah pala dikebun, membantu orang tua jualan martabak menjadi tukang pangkas rambut bahkan menjadi penjahit sudah pernah dirasakannya.
Sebagai keturunan anak padang, jiwa merantau orang tuanya betul-betul mengalir dalam diri lisman. Setamat SMA lisman memutuskan untuk hijrah ke meulaboh untuk menimba ilmu di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Teungku Dirundeng Meulaboh sekaligus menjadi Santri Dayah Darul Muta’allimin Kabupaten Aceh Barat.
Padatnya jadwal kuliah, malam harus mengaji di Dayah, keadaan ekonomi orang tua yang pas-pasan ditambah lagi beban orang tua yang harus membiayai saudara-saudaranya yang juga sedang dalam masa pendidikan membuat kebutuhan sehari-hari lisman sering kekurangan. Namun bukan lisman namanya jika tidak memiliki trik-trik jitu untuk menutupi kekurangan biaya hidup sehari-harinya.
Dengan berbekal semangat dan keyakinan bahwa kebahagiaan dan kesuksesan itu milik semua orang, pemilik hobi tenis meja (bahkan pernah juara 1 tingkat pelajar se-Kabupaten Aceh Barat Daya) ini memanfaatkan sedikit waktunya di pagi dan sore hari untuk berkebun cabai dan terong. Setiap pagi dan sore lisman menyisihkan waktunya 1 jam untuk berkebun cabai dan terong.
Bagi mahasiswa semester VI jurusan Muamalah STAI Teungku Dirundeng Meulaboh ini yang terpenting dalam hidup ini adalah bukan seberapa banyak waktu kosong yang harus dimiliki tetapi sejauhmana kita bisa mengatur dan memanfaatkan setiap waktu yang kita miliki, kuncinya adalah Semangat, fokus, Istiqamah, bersabar dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT.
Ibarat pepatah “Siapa yang menanam maka dia yang akan memetik” kini lisman telah dapat menikmati hasil jerih payahnya selama ini bangun dipagi hari shalat subuh dan mencangkul tanah disaat teman-temannya masih terlelap tidur, disore hari sepulang kuliah lisman menanam cabai saat teman-temannya sibuk bermain-main dan aktivitas-aktivitas yang tidak bermanfaat lainnya. Cabai yang ditanam telah berbuah dan siap untuk dipanen dan hasilnya dapat dijual untuk membantu meringankan beban orang tuanya.
Hamparan kebun cabai yang menghijau, cabai-cabai yang mulai memerah dan sebentar lagi terong yang ditanamnya juga akan mulai berbuah, senyumpun mengembang. Semangatnya semakin terpatri kuat dalam dirinya untuk terus berbuat yang terbaik karena baginya sukses itu adalah hadirnya kenyamanan dalam diri.
Keyakinanan lisman kepada firman Allah Surat 13 : 11 artinya : “sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka”. Telah menjadi cambuk bagi dirinya untuk tidak menyia-nyiakan masa muda dengan berfoya-foya dan bermalas-malasan, kesehatan jasmani dan rohani betul-betul dia manfaatkan untuk berbuat mulai dari sekarang walaupun sederhana namun memiliki efek yang nyata dan luas pada dirinya. Lisman sedang menyusun dan menata masa depannya dengan langkah sederhana tapi nyata bukan cita-cita tingkat tinggi namun tidak lebih hanya hayalan semata.
Kini Sarjana Strata Satu (S 1) telah didepan mata, dan telah menanti Pasca sarjana sebagai tantangan berikutnya dan yang paling penting lisman ingin menjadi sarjana yang sukses dunia dan akhirat.
semoga bermanfaat khususnya untuk santri Dayah Darul Muta'allimin Kab. Aceh Barat dan umumnya untuk kita semua amin.
wassalam
