Kehamilan dan Adopsi Anak Di Masyarakat
http://catatandiahilang.blogspot.com/2013/06/kehamilan-dan-adopsi-anak-di-masyarakat.html
Adopsi anak dan kehamilan
Adat atau budaya kadang-kadang memiliki keunikan yang mungkin sulit diterima akal sehat. Pada mastarakat Jawa misalnya, pasutri yang sudah lama menikah namun belum memiliki anak atau keturunan, sering dianjurkan untuk mengangkat atau mengadopsi anakagar pasutri tersebut bisa punya anak.
Mengdopsi seorang anak ? Betul. Budaya mengadopsi bayi atau anak sering dianggap sebagai salah satu cara bagi pasangan suami-istri agar segera hamil dan punya anak. Mengadopsi anak atau bayi disini berarti ikhlas dan rela menganggap anak tersebut seakan-akan sebagai anak kandungnya sendiri, mendidik, merawat dan membimbingnya seolah ia adalah anak biologisnya.
Bagi yang awam dengan budaya Jawa, cara kehamilan dengan mengadopsi anak ini mungkin hanya dianggap sebagai mitos semata. Tapi cara ini masih banyak yang menerapkannya terutama di desa-desa pelosok Jawa. Di pedesaan, cara tersebut banyak yang percaya keampuhannya, setidak-tidaknya oleh sekelompok masyarakat.
Bagi kita, rasanya sulit menemukan kaitan kausalitas antara mengadopsi anak dengan terwujudnya keinginan agar segera hamil. Mengadopsi anak merupakan fenomena sosial, sedangkan kehamilan adalah fenomena biologis. Satu-satunya “kemungkinan yang mungkin” masuk akal adalah bahwa dengan meng-adopsi anak maka secara psikologis pasangan tersebut jadi lebih siap fisik dan mental untuk menerima kelahiran seorang anak.
Baca selengkapnya »
