"Terorisme Bukanlah Bagian Ajaran dari Islam"
http://catatandiahilang.blogspot.com/2013/08/terorisme-bukanlah-bagian-ajaran-dari.html

Mantan Senator Amerika Serikat (AS) dari Missouri Christoper Samuel Bond, Selasa (23/4/2013), melakukan kunjungan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di sesi tanya jawab bersama Nahdliyin, dia menegaskan Islam tidak pernah mengajarkan adanya aksi terorisme.
Penegasan tersebut disampaikan Kit Bond, demikian Christoper Samuel Bond biasa disapa, saat menjawab pertanyaan terkait reaksi rakyat Amerika atas ledakan bom di event maraton Boston Senin 15 April lalu. Dua pelaku yang sudah diidentifikasi, di mana satu meninggal dunia dan seorang lainnya ditangkap dalam kondisi terluka, diyakini hanyalah oknum yang mengatasnamakan Islam sebagai pembenaran atas aksinya.
"Saya masih meyakini ajaran Islam tidak kompatibel dengan kejadian ledakan bom di Boston," tegas Kit Bond, seperti ditegaskan dalam keterangan tertulis PBNU yang diterima Okezone, Selasa (24/4/2013).
"Terorisme bukanlah bagian dari ajaran Islam," tandas Kit Bond yang semasa aktif menjadi Senator juga pernah berkunjung ke Jakarta dan bertemu dengan Almarhum KH Abdurrahman Wahid.
Kit Bond yang memiliki julukan 'Friends of Indonesia' semasa menjabat Wakil Ketua Senat juga aktif memperjuangkan kepentingan Indonesia di Kongres AS, terutama dalam peran strategisnya di Asia Tenggara. Dalam hubungannya dengan NU, Kit Bond hingga saat ini terus aktif menyampaikan gambaran positif, dengan penekanan peran Islam moderat dalam mendukung proses transisi demokrasi dan mengahadapi ancaman terorisme di Indonesia.
Sebagai wujud nyata aksinya memperjuangkan kepentingan Islam dan NU, Kit Bond bersama pemenang hadih Pulitzer, Lewis Simons, baru-baru ini juga menulis buku berjudul 'The Next Front: Sotheast Asia and the Road to Global Peace with Islam'.
"NU adalah champion dalam mempromosikan Islam damai. Apa yang dilakukan orang-orang NU, jauh lebih besar pengaruhnya dibandingkan apa yang dilakukan oknum-oknum pelaku terorisme di luar," tandas Kit Bond.
Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud, dalam sambutannya mengatakan NU akan terus konsisten dalam mempromosikan Islam moderat.
"Salah satu bentuk nyata adalah anak-anak Anshor yang setiap perayaan Natal ikut melakukan penjagaan keamanan. Ini adalah wujud toleransi dari kami," kata Marsudi.
Sementara Rais Syuriyah Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) NU Amerika Utama Salahudin Kafrawi mengatakan, pihaknya bersama Kedutaan Besar Indonesia di Washington sengaja membawa Kit Bond ke PBNU sebagai bentuk apresiasi atas sepak terjangnya dalam memperjuangkan kepentingan Islam di Amerika.
"Kami berharap penghargaan ini menjadi simbol dukungan Nahdlatul Ulama bagi usaha-usaha menjembatani berbagai perbedaan antara umat Islam dan dunia barat pada umumnya," pungkasnya. (faj)